SELAMAT DATANG TEMAN-TEMAN GURU GEOGRAFI TINGKAT MADRASAH ALIYAH SULAWESI UTARA, GORONTALO DAN MALUKU UTARA

Jumat, 19 Desember 2014

Bang UT (Kakemenag Bitung): Quipper School Indonesia akan merubah wajah pengajaran di Madrasah.



Saat ini kita berada pada akhir  tahun 2014 dan akan memasuki tahun baru 2015, berbagai harapan untuk kehidupan yang lebih baik di tahun 2015 telah dituliskan atau hanya terpola pada pemikiran setiap individu karena hidup tanpa harapan atau cita-cita tidak akan berjalan dengan lancar. Begitu pula harapan terhadap kondisi pendidikan di tanah air, sebagai bangsa yang besar kita tidak hanya berhenti pada menghargai jasa pahlawan namun juga meneruskan perjuangan mereka yang diantaranya diawali dengan menanamkan harapan pada pendidikan Indonesia agar menjadi lebih baik di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya. Dengan adanya pendidikan yang berkualitas maka akan mewujudkan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berdaya saig tinggi di era globalisasi ini, Hal ini juga sering disampaikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan
KEPSEK MA YASPIB (Kaos Putih)
Menurut Menteri bahwa penerapan pengajaran pendidikan sekolah di Indonesia haruslah menyenangkan. Jika belajar itu menyenangkan maka ilmu itu akan mudah diserap, Disamping itu juga beliau mengatakan bahwa kualitas pendidikan akan meningkat tergantung dari guru dan kepala sekolah. Mencermati apa yang disampaikan oleh menteri tersebut maka para pendidik yang ada di madrasah di bawah Kementerian agama Kota Bitung lewat Kepala Kementerian Agama Kota Bitung Bapak Drs. Hi. Ulyas Taha, M.Pd bersama Kasi Pendis Ibu Rugaya Udin, S,Pd, M.Pd mengintruksikan kepada para pendidik tingkat MTs dan MA se-kota Bitung khususnya pendidik yang mengajar mata pelajaran ujian nasional untuk mengikuti workshop e-learning quipper school Indonesia yang dilaksanakan oleh ambassador resmi quipper school Indonesia yang juga sebagai tenaga pendidik di MA Yaspib Bitung Bapak Zakir Hubulo, S.Sos, M.Pd. Harapan bapak kepala kementerian agama kota Bitung agar kedepan dengan adanya kegiatan workshop e-learning quipper school Indonesia ini akan merubah wajah pengajaran yang ada madrasah.
Kegiatan worshop tersebut diikuti oleh tenaga pendidik dari MTs. Arafah, MTs, Alhaerat, MA Yaspib, MA Arafah dan MA Alkhaerat Bitung yang keseluruhan berjumlah 35 orang, serta dibuka secara resmi oleh kepala madrasah Aliyah Yaspib Kota Bitung Bapak Drs. Hi. Sudarto Katijo, M.Pd.I. Dalam sambutannya kepala madrasah Aliyah Yaspib mengharapkan agar kegiatan workshop e-learning quipper school Indonesia dapat diikuti dengan sabaik-baiknya dan wajib diikuti oleh para pendidik karena kegiatan yang dilaksanakan ini tidak seperti kegiatan yang pernah diikuti oleh para pendidik termasuk saya sebagai kepala madrasah. Kegiatan ini benar-benar akan memberikan dampak yang sangat signifikan dalam proses kegiatan belajar mengajar bapak dan ibu beserta siswa-siswanya nantinya dan ini merupakan hal yang baru apalagi bagi para guru-guru dan siswa yang berada di madrasah-madrasah.
Sejalan dengan itu menurut Zakir Hubulo, S.Sos, M.Pd sebagai pemateri sekaligus yang memberikan pelatihan bahwa Quipper School merupakan startup pendidikan yang menyediakan dua layanan utama: Pertama: Quipper School Learn sebuah portal khusus siswa dimana mereka bisa mengakses atau membaca materi pelajaran, menjawab soal, mengirimkan pesan ke guru, dan melihat performa belajar teman sekelasnya. Kedua: Quipper School Link sebuah portal khusus untuk guru dimana para guru dapat menyiapkan tugas, melihat perkembangan siswa, mengirim pesan ke siswa, mengelola kelas, dan membuat kelas online.
Secara teknis, melalui Quipper School Indonesia, guru dapat memberikan tugas kepada siswa secara online dan siswa dapat mengerjakannya (sekaligus mempelajari topik mata pelajaran yang berkaitan dengan tugas tersebut) baik di dalam maupun di luar kelas melalui perangkat mereka masing-masing yang terkoneksi dengan internet. Setelah para siswa mengerjakan serta mengumpulkan tugasnya, sistem penilaian yang tersedia pada platform Quipper School Indonesia akan melakukan analisis data secara sederhana namun canggih yang akan membantu para Guru dalam mendapatkan gambaran yang jelas tentang pencapaian siswa.
Tentu saja sistem penilaian hanya bersifat membantu, setelah guru secara manual memasukkan data soal dan jawabannya. Sehingga sistem penilaian bertugas mencocokkan antara jawaban dari siswa dengan kunci jawaban versi guru. Para guru akan mendapatkan laporan mengenai seberapa baik sang siswa dalam menguasai mata pelajaran tertentu, bagaimanakah kemajuan belajar setiap siswa, mengetahui keunggulan atau potensi setiap siswa, siapa yang mendapat nilai tertinggi, dan lainnya. Melalui gambaran tentang pencapaian ini, para siswa pada saat itu juga akan memperoleh umpan balik mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki terkait penguasaan terhadap suatu topik materi pelajaran tertentu.

FOTO KEGIATAN WORKSHOP QUIPPER SCHOOL INDONESIA YANG DILAKSANAKAN DI MA YASPIB BITUNG TGL 19 DESEMBER 2014



Jika anda yang membaca di blog ini sebagai pendidik silahkan daftar bersama kami menuju Pendidikan Cerdas, Cepat dan Kreatif. Klik : http://www.quipperschool.com/id/ 
 Masukan kode ambassador: EEXDBFN.

Rabu, 10 Desember 2014

Quipper School dan Indonesia: Resep Menuju Sukses

Indonesia terus meningkat. Dalam satu dekade terakhir, negara terbesar keempat di dunia ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat dan mantap di samping jatuhnya tingkat kemiskinan, dan tampaknya bangsa negara ini siap untuk mengambil peran yang berpengaruh di panggung dunia pada abad ke-21. Generasi Indonesia ke depan memiliki banyak alasan untuk bersikap optimis, apalagi mereka juga berkesempatan untuk memanfaatkan perkembangan pendidikan digital, dengan melihat Quipper School menjadi semakin populer di kalangan guru dan siswa. Tim Quipper School mengunjungi beberapa guru pengguna yang aktif di Bandung dan Jakarta pada 27-29 November 2014 lalu. Artikel ini mengulas tiga temuan menarik tim kami, serta beberapa tips untuk membantu guru mengaktivasikan siswa!
  1. Pembelajaran Mobile (dimana saja)
Beberapa siswa di Indonesia telah memiliki smartphone dan tablet, dan mereka juga senang untuk berbagi meminjamkan ke teman-temannya! Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat perkembangan internet mobile di Indonesia telah meroket. Dan pengguna Quipper School yang paling berhasil, mengaplikasikan budaya pembelajaran Bring Your Own Device (BYOD) - Bawa Perangkatmu Sendiri - di sekolah. Di samping itu, infrastruktur mobile di Indonesia terus berkembang, dan tim kami menemukan bahwa hampir semua siswa dapat mengakses layanan 3G yang murah, sehingga mereka dapat menggunakan Quipper School Learn dengan mudah!
Untuk mempermudah juga, aplikasi Android kami untuk mengerjakan tugas sudah hampir dirilis. Nantikan pengumumannya!
  1. Pembelajaran yang Fleksibel
Quipper School memudahkan guru untuk mengatur tugas atau PR, pilihan ada di tangan guru! Dan hal ini sudah berjalan dengan sangat baik di Indonesia, terutama bagi guru pengguna yang aktif, yang memperkenalkan topik baru selama jam pelajaran di sekolah menggunakan proyektor. Para guru ini menjelaskan topik dengan menggunakan materi Quipper sebagai referensi, lalu mengatur soal sebagai PR dengan memanfaatkan fitur Tugas sebagai pembelajaran di luar sekolah.
  1. Program Pembelajaran yang Terintegrasi
Quipper School adalah alat penunjang yang dapat digunakan bersamaan dengan program pembelajaran
tradisional. Namun, kami terus menemukan bahwa guru yang paling berhasil adalah guru yang memadukan Quipper School ke dalam skema pembelajaran resmi. Pelaksanaannya bisa beragam, tapi yang paling sering adalah guru mewajibkan siswa untuk belajar menggunakan layanan Quipper School dan penilaiannya berkontribusi pada nilai rapor. Besar nilainya tergantung pada guru yang bersangkutan, namun kami menemukan bahwa saat ini rata-rata guru memasukkan nilai Quipper School sebanyak 25% untuk nilai akhir. Kecenderungan ini semakin meningkat dengan adanya fitur baru ‘Ujian’ yang membantu guru untuk mengirimkan tes formal bagi siswa, daripada hanya memberikan tugas reguler biasa. Pendukung lainnya adalah platform Quipper School Create kami yang mempermudah guru untuk membuat topik personalnya masing-masing di kelas.
Mengimplementasikan aturan seperti di atas dapat mendorong aktifnya keterlibatan siswa, sekaligus mengasah konsentrasi mereka selama belajar online. Dan untuk mencapai hasil yang maksimal, guru diarahkan juga untuk mengirim tugas ujian dengan menggunakan konten Quipper School atau dengan materinya sendiri.
      4. Kesimpulan
Jadi, guru Quipper School di Indonesia yang sukses biasanya memanfaatkan peningkatan kapasitas pembelajaran mobile dan fleksibilitas platform kami, beserta dengan fitur-fitur barunya yang mantap. Tiga faktor tersebut merupakan kombinasi yang menciptakan efek besar di Indonesia. Namun, 3 hal di atas hanya bagian dari cerita dibalik tumbuhnya Quipper School di Indonesia. 
Ayo..kepada teman-temanku sesama pendidik keterbatasan fasilitas bukanlah sebuah penghalang, bagi kita halangan itu ketika mind set kita tidak berubah untuk kemajuan yang lebih baik, murid saya di MA Yaspib Bitung sebagian besar orang tuanya berada dibawah garis kemiskinan tapi mereka begitu antusias ke warnet ketika mereka pulang sekolah untuk mengerjakan quipper school, mereka berkata " saya suka mengerjakan tugasnya pak, bahkan anak-anak sekolahan lain yang lagi main games pada nimbrung ngelihat apa yang siswa saya lakukan dengan quipper school". 
Untuk itu harapan saya jika anda yang membaca tulisan ini adalah seorang pendidik (guru) segera bergabunglah bersama kami untuk menuju Indonesia cerdas.

Daftar diri anda dengan klik: http://www.quipperschool.com/id/signup.html, 
Masukkan data anda seperti: 
Nama Depan:
Nama Belakang:
Alamat email:
No. HP:
Kode Ambassador: Untuk kode ambassador silahkan masukkan kodenya:  EEXDBFN

 Untuk informasi lengkap bisa hubungi kami Ambassador Resmi Quipper School Indonesia
HP: 085240976887

Sabtu, 22 November 2014

MA YASPIB BITUNG BERLAKUKAN E-LEARNING QUIPPER SCHOOL INDONESIA



Penyerahan Sertifikat & Hadiah Kompetisi Quipper
E-learning Quipper School adalah sebuah perusahaan EdTech (teknologi pendidikan) start-up yang berbasis di London. Quipper didirikan oleh Masayuki Watanabe pada tahun 2010, salah seorang pendiri DeNA, penyedia game dan e-commerce ternama di Jepang. Quipper School, adalah pruduk unggulan dari perusahaan tersebut, yaitu sebuah platform untuk memberikan tugas secara online, dimana perusahaan telah menyediakan materi dan soal-soal yang sesuai dengan K-13 secara gratis, sehingga para guru dapat memberikan tugas online untuk para siswa. Siswa pun dapat belajar dimana pun mereka mau, dari perangkat yang tersambung dengan internet. Layanan ini diluncurkan pada bulan Januari, 2014, dan kini telah digunakan oleh lebih dari 30.000 guru dan 150.000 siswa di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia seperti Filipina, Indonesia dan Thailand.

Siswa menerima kode Aktivasi Quipper Scholl
E-learning Quipper School Indonesia sudah mulai diberlakukan di MA Yaspib Bitung dan untuk sementara diujicobakan pada mata pelajaran Sosiologi dan alhamdulillah siswa kelihatan lebih cerdas, cepat dan kreatif dalam belajar. Sehubungan dengan memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2014 maka diadakanlah Kompetisi Quipper School Antar Siswa MA Yaspib Bitung untuk mata pelajaran Sosiologi. Dan yang mendapat juara I peserta didik Rahmanto Pakaya dengan nilai 100, juara II Rivandi Rumimper dengan nilai 90 dan juara III Jamiludin Matana dengan nilai 80. Untuk para pemenang diberikan hadiah dan sertifikat pada saat pelaksanaan upacara bendera.

Walaupun di Teras Sekolah siswa bisa belajar lewat HP
E-learning Quipper School Indonesia tidak akan menggantikan tatap muka antara guru dan siswa di kelas tetapi untuk lebih meningkatkan dan mengambil manfaat dari materi-materi dan teknologi pengiriman baru untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan e-learning Quipper School Indonesia, para siswa akan lebih diberdayakan, karena saat ini proses belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada guru tetapi beralih ke siswa. Dengan koneksi ke internet dengan menggunakan Laptop atau HP, seorang siswa punya akses ke berbagai sumber informasi materi pelajaran yang telah disediakan oleh quipper school. Selain itu, e-learning Quipper School Indonesia bersifat individual sehingga siswa yang aktif akan cepat menyerap materi dan mengerjakan soal yang dikirim oleh guru mata pelajarannya. Oleh karena itu kami berharap agar guru-guru yang ada di Indonesia dan khususnya di kota Bitung dapat menggunakan media e-learning Quipper School Indonesia tersebut mumpung gratis untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia khusus di Kota Bitung dan jika ada guru yang berminat menggunakan quipper school maka saya Zakir Hubulo, S.Sos, M.Pd sebagai Ambassador resmi Quipper School Indonesia  akan siap membantu bapak/ibu guru yang ada di seluruh Indonesia secara online dan untuk Kota Bitung dan sekitarnya bisa secara offline ( tatap muka). 

Membimbing Guru Cara membuat Materi di Quipper
Untuk pendftaran Quipper School Indonesia silahkan klik: https://www.quipperschool.com/id/index.html. Masukkan semua data yang diminta lalu masukkan Kode Ambassador Resmi Indonesia  EEXDBFN. Silahkan klik disini untuk lihat cara daftarnya: http://youtu.be/hDrZGyYtZYM.

Ayo.... mari bersama menuju Gerakan Indonesia Mengajar dan Indonesia Pintar...

Minggu, 10 Juni 2012

PTK IPA SD ( Pembelajaran Inkuiri)


JUDUL: Meningkatkan Prestasi dan Motivasi Belajar IPA Dengan Menerapkan Pengajaran Berbasis Inkuiri Pada Siswa Kelas V SD ................Tahun Pelajaran ..........

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menigkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikanlain, dan peningkatan mutu manajemen sekolah, namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang memadai.
Mengajar bukan semata persoalan menceritakan. Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari perenungan informasi ke dalam benak siswa. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. Yang bisa membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan pengajaran berbasis inkuiri.
Apa yang menjadikan pengajaran menjadi aktif? Agar belajar menjadi aktif siswa harus mengerjakan banyak sekali tugas. Mereka harus menggunakan otak, mengkaji gagasan, memecahkan masalah, dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Pengajaran berbasis inkuiri harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah. Siswa bahkan sering meninggalkan tempat duduk mereka, bergerak leluasa dan berfikir keras (moving about dan thinking aloud)
Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik, kita perlu mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan tentangnya, dan membahasnya dengan orang lain. Bukan Cuma itu, siswa perlu “mengerjakannya”, yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktekkan keterampilan, dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah atau harus mereka dapatkan.
Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran, yaitu metode pembelajaran berbasis inkuiri untuk mengungkapkan apakah dengan model berbasis inkuiri dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi sains. Dalam metode pembelajaran berbasis inkuiri siswa lebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu.
Dengan menyadari gejala-gejala atau kenyataan tersebut diatas, maka dalam penelitian ini penulis penulis mengambil judul “Meningkatkan Prestasi dan Motivasi Belajar IPA Dengan Menerapkan Pengajaran Berbasis Inkuiri Pada Siswa Kelas ……Tahun Pelajaran .....”

B. Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang diatas maka penulis merumuskan permasalahnnya sebagi berikut:
1.      Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pengajaran berbasis inkuiri pada siswa Kelas ………… tahun pelajaran ....?
2.      Bagaimanakah pengaruh model pengajaran berbasis inkuiri terhadap motivasi belajar siswa Kelas ……… tahun pelajaran ....?

C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:
  1. Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran IPA setelah diterapkannya pengajaran berbasis inkuiri pada siswa Kelas ……tahun pelajaran .....
  2. Mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pengajaran berbasis inkuiri dalam membangunkan ingatan siswa terhadap materi pelajaran IPA setelah diterapkan pengajaran berbasis inkuiri pada siswa Kelas …… tahun pelajaran .....

D.   Hipotesis Tindakan
          Berdasarkan pada permasalahan dalam penelitian tindakan yang berjudul ……yang dilakukan oleh peneliti, dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut:
"Jika Proses Belajar Mengajar Siswa Kelas ……menggunakan metode……. dalam menyampaikan materi pembelajaran, maka dimungkinkan minat belajar dan hasil belajar siswa kelas ………akan lebih baik dibandingkan dengan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru sebelumnya".

E.        Kegunaan Penelitian
Adapun maksud penulis mengadakan penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai:
  1. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang peranan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa belajar IPA
  2. Sumbangan pemikiran bagi guru dalam mengajar dan meningkatkan pemahaman siswa belajar IPA di ………… tahun pelajaran .....
  3. Meningkatkan motivasi belajar IPA.
  4. Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi IPA.
F.   Definisi Operasional Variabel
Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Metode pembelajaran berbasis inkuiri adalah:
Suatu pendekatan pengajaran yang melibatkan siswa didorong untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri. 
  1. Motivasi belajar adalah:
Merupakan daya penggerak psikis dari dalam diri seseorang untuk dapat melakukan kegiatan belajar dan menambah keterampilan, pengalaman. Motivasi mendorong dan mengarah minat belajar untuk tercapai suatu tujuan.
  1. Prestasi belajar adalah:
Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor, setelah siswa mengikuti pelajaran.
G.        Batasan Masalah
Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah yang meliputi:
  1. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas ……… Tahun Pelajaran .....
  2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September tahun pelajaran .....
  3. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan ……
Untuk mendapatkan contoh PTK Lengkap Bab I s/d V segera Hub : 
085240976887 PIN BB 28140973


JUDUL PTK TINGKAT SD/MI YANG TERSEDIA DI KAMI:
  1. Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair-Share Pada Siswa SD/MI......
  2. Penggunaan Media Gambar Guna Meningkatkan Keaktifkan Siswa Dalam Pembelajaran IPS Kelas IV SD/MI ..... Tahun Pelajaran .....
  3. Penerapan Pendekatan Proses 5 Fase Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Indoensia Kompetensi Menulis Pada Siswa Kelas V SD/MI ..... Tahun Pelajaran .....
  4.   Penerapan Metode Inkuiri Pada Mata Pelajaran Penjaskes Untuk Meningkatkan Teknik Bermain Bola Tangan Pada SD/MI...... Tahun Pelajaran ....
  5. Pengaruh Metode Belajar Aktif Model Pengajaran Terarah Dalam Meningkatkan Prestasi Dan Pemahaman Pelajaran IPS Pada Siswa Kelas V SD/MI .....
  6. “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas IV  SD/MI.......Tahun Pelajaran ....
  7. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Dengan Metode Penbelajaran Penemuaan (Discovery) Pada Siswa Kelas VI SD/MI....Tahun Pelajaran ...
  8. Peranan Eksplorasi Pustaka Untuk Meningkatkan Ketrampilam Menulis Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD/MI ..... Tahun Pelajaran ....
  9. Metode Demostrasi Dalam Upaya Meningkatkan Proses Belajar Dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas ....SD/MI..... Tahun Pelajaran ....
  10. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pembelajaran PAKEM Pada Siswa Kelas .....SD/MI .... Tahun Pelajaran .....
  11. Upaya Meningkatkan Prestasi dan Kualitas Belajar Bahasa Indonesia Pada Materi Berbicara dan Membaca Dengan Menerapkan Metode STAD dan Metode Role Playing pada Siswa Kelas VI SD/MI....Tahun Pelajaran ....
  12. Peningkatan Proses Pembelajaran Tentang Luas Bangun Melalui Model Kooperatif STAD dan Kuis Pada Siswa Kelas ....SD/MI....Tahun Pelajaran ....
  13. Penerapan Metode Kooperatif Model Group Investigation Sebagai Alternatif Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa SD/MI....
  14. Dll ada 44 Judul PTK Tingkat SD/MI

Sabtu, 02 Juni 2012

Budaya Corat-coret, Potret Pendidikan Tidak Berkarakter

Hari ini Sabtu, 26 Mei 2012 adalah hari yang sangat mendebarkan bagi siswa kelas XII. Karena hari itu, pengumuman Ujian Nasional (UN) serentak dilakukan di seluruh wilayah 
Indonesia oleh semua sekolah setingkat SMA/MA dan SMK.

Prosentase kelulusan UN tahun ini meningkat 27%. Menurut Mendikbud Muhammad Nuh, “Dibanding tahun lalu, ada kenaikan dari sisi kelulusan sekitar 27 persen,”. Secara Nasional, tahun lalu tingkat kelulusan siswa SMA 99,22% dan tahun ini 99,50%. Sebuah Angka Kelulusan yang sangat fantastis secara kuantitatif.

Budaya yang Salah dari Generasi Pendahulu

Untuk merayakan kelulusannya, para siswa seperti biasanya setiap tahun, selalu melakukan aksi corat-coret baju seragam mereka. Agar lebih seru, mereka pun berkumpul di gerbang sekolah dan mulai melakukan aksi corat-coret dan berkonvoi dengan sepeda motor mereka di sepanjang jalanan di kota mereka. Rasanya tidak puas kalau mereka tidak turun ke jalan raya yang sangat ramai dan padat. Maka mereka pun masuk ke jalan raya dan menghadang para pengguna jalan raya. Lampu Stop (traffic light) tidak mereka gubris, yang penting mereka senang. Bisa dibayangkan bagaimana macetnya jalan raya di kota-kota besar ibukota propinsi atau kabupaten. Dengan bangganya, mereka memamerkan wajah urakan mereka. Bak Lady Gaga, mereka pun mulai menyemprot seragam mereka dengan spidol dan pilox. Rambut mereka menjadi pelangi dan pakaian mereka compang-camping. Wajah mereka di make-up bak setan kesiangan atau seperti zombi, mayat yang baru bangkit dari kuburan. Anak-anak lugu hasil pendidikan Indonesia ini seolah tanpa salah melakukan apa saja mau mereka di jalanan. Tidak ada sebenarnya yang mereka cari. Mereka hanyalah generasi pengekor, hanya ikutan-ikutan dan sepertinya harus “melestarikan” budaya salah ini dari budaya kakak kelasnya tahun lalu dan untuk diikuti oleh adik kelasnya di tahun-tahun berikutnya.

Yang patut disayangkan, malah banyak terjadi tawuran dengan senjata tajam, terjadi kecelakaan di jalanan, minum minuman keras, dan sebagainya, hingga ada yang tewas selama konvoi. Dan yang mengerikan buat orang tua, seusai pengumuman, beberapa siswa di suatu kota melakukan pesta seks. Nauzubillah. Apakah ini pertanda kiamat sudah dekat?

Inilah potret wajah pendidikan di Indonesia sebagai hasil lemahnya pendidikan budaya dan karakter bangsa. Sangat minimnya jam-jam pelajaran agama di sekolah-sekolah negeri ditengarai juga semakin menjauhkan para siswa akan nilai-nilai moral, etika, budaya, dan meremehkan dosa. Mereka cenderung ingin melanggar aturan. Mereka pun tuli dari nasehat agama dan gurunya. Yang penting mereka bisa lulus dan happy. Inilah pertanda telah lahirnya sebuah generasi instan, generasi copy paste, dan masa bodoh. “Emangnya Gue Pikirin“, begitulah celoteh mereka kalau dinasehati.

Angka Kelulusan sekedar Lipstik


Angka kelulusan yang mendekati angka sempurna 100% tentu saja sangat membanggakan bagi pihak sekolah dan pejabat terkait yang merasa “telah berhasil”. Itu artinya secara kuantiattif, siswa-siswa Indonesia sudah pintar dan sudah cerdas.  Tidak satu orang guru pun tentunya yang tidak suka kalau muridnya lulus 100% asalkan itu merupakan hasil nyata dari kerja guru yang telah mendidik muridnya selama 3 tahun. Namun, akan menjadi tanda tanya, kalau ternyata perolehan nilai antara anak yang cerdas dan yang tidak, ternyata terbalik. Banyak ditemukan, nilai 10 (nilai sempurna) diraih oleh siswa yang biasa-biasa saja. Tragisnya, pernah terjadi anak yang pintar di sekolah tidak lulus ujian nasional. Sudah pasti menjadi tanda tanya.

Tetapi jika mau jujur, jika semua guru di sekolah-sekolah di Indonesia ditanya (atau dilakukan polling), apakah mereka yakin terhadap nilai siswanya? Saya yakin, lebih banyak guru yang menjawah “Tidak Yakin”. Kasus ini sudah terjadi di seluruh Indonesia. Anehnya juga, mata pelajaran Matematika (yang dianggap sangat sulit oleh siswa) ternyata banyak yang memperoleh nilai 8,00 sampai 10,00. Sementara nilai Bahasa Indonesia (yang dianggap relatif mudah) justru lebih kecil perolehannya (kisaran 3,00 sampai 7,00).

Jadi kebanggan terhadap tingginya angka kelulusan dan tingginya perolehan nilai di setiap sekolah hanyalah kebanggan semu dan lipstik semata. Sebuah angka yang disenangi oleh Para pejabat semisal kepala dinas, bupati, gubernur, hingga menteri. Hakekat pendidikan yang rohnya berisi penilaian proses, kejujuran, kerja keras, dan disiplin sepertinya sudah tercerabut dari tubuh pendidikan di Indonesia. Maka lahirlah output pendidikan “yang penting lulus”, “yang penting ikut senang”.

Kembali ke Sistem yang Lebih Baik

Pada kurikulum lama (1975, 1984, 1994) masih ada mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Sekarang (Kurikulum KTSP) sudah diganti dengan mata pelajaran Kewarganegaraan, yang seolah menghilangkan roh moral. Jadi sebaiknya mata pelajaran agama dan moral pancasila ditambah jamnya di sekolah. Selain itu, perlu juga ditambah pendidikan budaya, etika, dan tata krama.

Untuk masalah penilaian dan penentuan kelulusan, lebih baik kembali menggunakan sistem lama yaitu NILAI EBTANAS MURNI (NEM). Saat sistem EBTANAS dan NEM diberlakukan, nilai NEM benar-benar mencerminkan nilai murni dari siswa tanpa banyak “bantuan” atau pertolongan dari nilai rapot atau lainnya. Penentuan kelulusan pun lebih fair dilakukan oleh sekolah. Karena sekolah (para guru) jauh lebih tahu proses yang terjadi selama mengajar dan mendidik siswanya. Siapa yang pantas dan tidak pantas untuk lulus. Tidak saja berpatokan pada nilai kognitif (seperti yang dilakukan pemerintah saat ini), tetapi juga psikomotorik, dan afektif secara terpadu dan komprehensif.

Sabtu, 14 April 2012

Penilaian Hasil Belajar

Penilaian Hasil Belajar peserta didik dilakukan oleh Pemerintah, Satuan Pendidikan, dan Pendidik. Penilaian oleh pemerintah dilakukan untuk
mengukur SKL dengan cara Ujian Nasional. Dan Penilaian oleh satuan pendidikan dilakukan untuk mengukur SKL sekolah dengan Ujian Sekolah. Sedangan penilaian oleh untuk pendidik dilakukan untuk mengukur keberhasilan peserta didik pada SK dan KD yang dilakukan dengan Ulangan.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas
(PP No. 19 Th 2005 Pasal 64 ayat 1 dan 2).
Ulangan Harian
Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. Bentuk penilaiannya berupa tes, non tes atau gabungan tes dan non tes. Hasil dari ulangan harian menjadi Nilai Harian (NH).
Prosedur penilaian ulangan harian dilakukan secara terus menerus pada proses pembelajaran untuk melihat kemajuan kompetensi peserta didik. Dalam proses pembelajaran nilai harian ditentukan berdasarkan nilai tes kompetensi (dalam kelas biasa jika suatu guru menyebut dengan istilah "ulangan") dan nilai tugas harian yang diambila dari nilai non tes berupa PR, tugas mandiri, pengamatan, portofolio dll.
Pelaksanaan ulangan harian didasarkan pada SK atau KD. Misalnya jika sebuah mata pelajaran mempunyai 5 SK maka akan 5 Ulangan Harian atau 5 Nilai Harian. Jadi nilai harian adalah nilai SK atau nilai KD. Penilaian di SMP dan MTs, nilai harian dilakukan berdasarkan jumlah SK. Sehingga jika suatu mata pelajaran mempunyai 9 SK maka pendidik harus melakukan pengukuran untuk mendapatkan 9 nilai harian. Untuk SMA penilaian nilai harian biasanya dilakukan berdasarkan pokok bahasan. Misalnya Matematika mempunyai 4 pokok bahasan, maka nilai harian yang harus diambil ada 4, yaitu NH1, NH2, NH3 dan NH4 yang masing-masing merupakan nilai harian dari misalnya Dimensi Tiga, Logika Matematika, Persamaan Kuadrat dan Trigonomteri.
Berikut salah satu contoh kolom untuk menghitung Nilai Harian 1 berdasarkan Tugas Harian dan Nilai Tes (Nilai Ulangan). Jika setelah diakumulasi antara nilai tugas dan nilai ulangan kemudian dibandingkan dengan KKM, jika kurang dari KKM maka harus dilakukan pembelajaran remedial dan jika lebih dari KKM harus masuk dalam daftar pembelajaran pengayaan.
Ulangan Tengan Semester
Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Bentuk penilaian berupa tes baik tes tertulis maupun tes perbuatan dan menghasilkan satu nilai yaitu Nilai Tengah Semester (NTS).
Ulangan Akhir Semester
Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.
Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket.
Bentuk penilaian yang dapat digunakan berupa tes tertulis baik tes objektif dan atau tes bentuk uraian. Hasil pengukurannya menghasilkan satu nilai yaitu Nilai Akhir Semester (NAS).
Nilai Laporan Hasil Belajar siswa pada akhir semester ditentukan oleh Nilai Harian, Nilai Tengah Semester dan Nilai Akhir Akhir Semester berdasarkan koefisien perbandingan yang telah ditentukan.
Nilai LHB = (xNH + yNTS + zNAS) / x+y+z
atau
Nilai LHB = %x NH + %y NTS + %z NAS
Secara garis besar proses penilaian hasil belajar secara umum ditampilkan pada bagan di bawah ini:
Atau bisa ditampilkan dalam kolom perhitungan nilai pengetahuan, nilai praktek dan nilai sikap serta profil ketercapaian kompetensi.
 Secara utuh proses penilaian dengan model seperti di atas dapat kita lakukan dengan menggunakan software Simpel Teach dan Simpel LHB. Simpel Teach adalah sebuah aplikasi untuk membantu guru mulai dari membuat desain pembelajaran sampai kepada proses penilaian berbasis kompetensi dan penilaian berbasis kelas. Sedangkan Simpel LHB adalah sebuah aplikasi pengolahan nilai harian, nilai tengah semester dan nilai akhir semester. Pengolahan nilai memudahkan guru karena dengan sekali input saja maka pekerjaan seperti membuat Leger Nilai, Buku Induk Siswa dan Laporan hasil Belajar (Raport) dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Lebih lanjut kiunjungi aja situs kami di http://www.simpelpas.ltim.in/
Semoga Bermanfaat...!